Translator

Rabu, 25 Maret 2015

Menghitung Kerugian Akibat Kebocoran Angin

Selamat Datang di postingan sederhana Saya
Pada kesempatan kali ini,
Saya akan membahas tentang
"Kerugian kebocoran sambungan pipa Angin".
Pernahkah Anda melewati suatu tempat produksi dalam lingkungan industri?
Secara tidak sengaja pasti Anda pernah mendengar suara Angin yang berdesis dari berbagai lubang, entah dari mana asalnya karena begitu banyak suara tersebut.
Suara hembusan angin yang bocor tersebut bukan sengaja untuk dibiarkan terbuang, melainkan memang terbuang karena terdapat celah yang mengakibatkan Angin terlepas ke Atmosfir Bumi.

"Saya rasa jika kebocoran Angin tersebut kecil tidak ada ruginya."
Well, menurut saya, kebocoran baik itu kecil atau pun sangat kecil akan berdampak negatif bagi kita (customer).
Kenapa? Karena kebocoran yang kecil itu bisa saja terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu.
Kerugian dari yang kecil tersebut terlihat sepele, namun akan nampak besar ketika telah berlangsung dalam waktu yang lama.

"Bagaimana Anda menghitung kerugian yang hampir tidak nampak tersebut?"
Dalam kesempatan kali ini, izinkan Saya menampilkan kembali sebuah gambar slide dimana dalam gambar tersebut akan menunjukan perhitungan melalui rumusan sederhana. source VDMA Org.


Klik untuk memperbesar gambar

Berdasarkan gambar diatas, dapat kita ketahui bahwa :
  • Setiap Diameter 1 Milimeter, Angin yang terbuang (pada tekanan stabil 8 bar) sejumlah 75 Liter/ Menit.
  • Dalam Volume 75 Liter Angin yang terbuang, sama halnya pemborosan Daya/ Energi sejumlah 0,60 kilowatt (=600 Watt).
  • Dalam kolom konversi kerugian materi/ uang, hasil kurs mata uang dapat di ketahui dengan cara mengalikan (dikali) jumlah Daya/ Energi yang terbuang dengan Tarif Harga Listrik per-kWh.
Contoh : Suatu Hall produksi ditemukan 20 titik kebocoran pipa Angin dengan diameter rata-rata 1 milimeter. Kebocoran tersebut diperkirakan telah berlangsung selama 365 hari, dengan kondisi produksi 24 jam non-stop.

Dengan perumpamaan seperti diatas, dapat kita tarik beberapa kesimpulan :
  • Jumlah lubang kebocoran 20 titik dengan diameter perkiraan 1 milimeter.
  • Sejumlah 75 Liter/ Menit Angin terbuang dan ATAU (75 x 60) = 4.500 Liter/ Jam.
  • Sejumlah 0,6 kilowatt/ Jam Daya Energi terbuang.
  • Maka, 4.500 Liter/ Jam = 0,6 kilowatt/ jam (persamaan kerugian per-jam).


Jadi  , { (Jumlah Lubang x Diameter Lubang) x  Energy Loss } 
        = (20 * 1 milimeter) x 4.500 Liter/ Jam } = 90.000 Liter per-jam. (Volume Angin)
        = (20 * 1 milimeter) x 0,6 kilowatt/ Jam } = 12 kilowatt per-jam.(Daya Energi)

        = 90.000 Liter x 24 Jam = 2.160.000 Liter per-hari.
        = 12 kilowatt x 24 Jam = 288 kilowatt per-hari.

        = 2.160.000 Liter x 365 hari = 788.400.000 Liter per-tahun.
        = 288 kilowatt x 365 hari = 105.120 kilowatt per-tahun.

Dengan perhitungan tersebut, sudah jelas bahwa pabrik tersebut mengalami kerugian Angin dengan total 788.400.000 Liter terbuang percuma.
Atau jika dikonversikan dalam uang, dan tentunya dengan ketentuan Tarif Dasar Listrik PT. PLN Tahun 2015, maka dapat dihitung 105.120 kilowatt x Rp. 1.112 = Rp. 116.893.440,00

Begitu besar jumlah kerugian yang dialami oleh perusahaan tersebut.
Hanya karena 20 titik lubang kecil yang tampak sepele, namun dapat berdampak besar.
Bayangkan saja jika sebuah perusahaan yang sangat besar dengan mengandalkan Angin sebagai alat kerja, pasti tidak hanya sekedar 20 titik lubang kebocoran, mungkin bisa ratusan bahkan ribuan titik.

Saya berandai-andai, jika saja nilai kerugian tersebut dialokasikan untuk kesejahteraan karyawan-karyawan perusahaan, hehe.

Demikian pembahasan yang dapat Saya sampaikan,
Semoga tulisan "kecil" ini dapat membuka & menambah pengetahuan Anda

Selasa, 24 Maret 2015

Menghitung Biaya Tarif Listrik Kompressor Angin

Selamat Datang di Blog Sederhana Saya

Pada Posting kali ini, Saya akan mengulas mengenai"Perhitungan Tarif Listrik Kompressor"

Pada sebuah unit Air Compressor umumnya terdapat Motor Induksi untuk menggerakkan Mekanikal, dimana pada Motor tersebut pasti terdapat Spesifikasi yang berbeda-beda.

Saya mengambil sebuah contoh Name Plate Unit Air Compressor sebagai berikut :
  • Motor 380V 50Hz~60Hz 37 kW (kilowatt)
  • 3 Phase (3 Fasa)
  • 3.000 rpm (rotate per-minute)
Dengan data diatas, kita dapat mengetahui berapa jumlah beban maksimum (Ampere) pada Motor.
Untuk lebih jelasnya, Anda dapat melihat penghitungan Data Spesifikasi Motor 3 Phase

Berdasarkan Data Spesifikasi tersebut,
Pada kategori 37 kW ternyata Motor yang digunakan sebesar 50 Horse Power
Dengan acuan Data Tabel tersebut dapat Saya tarik bahwa :
  • Motor 50 Horse Power = 37.000 Watt (37 kW)
  • Motor 50 Horse Power = Arus/ Ampere maksimum adalah 72A~73A (Pada 380V)
  • Jika Motor 37 kWatt beroperasi konstan pada rotasi tetap & tanpa berhenti, maka dapat saya tarik rumus penghitungan biaya Energi Listrik.
Berdasar ketentuan PT. Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN) Tarif Listrik Industri per kWh
Jika sebuah perusahaan menggunakan Daya 3.500 kVA ~ 14.000 kVA maka per kWh = Rp. 1.112

Jadi               37 kW x 1.112 = Rp. 41.144/ Jam
Maka             Rp. 41.144 x 24 Jam = Rp. 987.456/ Hari
Dan               Rp. 987.456 x 30 hari = Rp. 29.623.680/ Bulan
Akhirnya      Rp. 29.623.680 x 12 Bulan = Rp. 355.484.160/ Tahun 
Catatatn :

  • Motor beroperasi penuh 1x24 Jam selama 360 hari, Putaran konstan stabil & tanpa berhenti.
  • Pada kenyataanya, sebuah unit Air Compressor dapat beroperasi 80% Full-load, 15% Without-load dan 5% Standby (Motor berhenti berputar/ Off).
  • Jadi, penghitungan diatas adalah tarif Marginal, jika tidak beroperasi 24-jam dapat dipastikan lebih rendah tarif listriknya.


Begitulah penjabaran yang Saya coba jelaskan kepada Pembaca Terhormat sekalian.

Semua perhitungan bisa saja berbeda hasil karena banyak faktor tertentu.


Semoga berguna sedikit ilmu dari Saya


Salam Sukses

Tabel Spesifikasi Motor 3 Fasa (kW, HP, Voltage & Ampere Max)

Selamat Datang di halaman Posting sederhana Saya

Kali ini, Saya akan membahas perhitungan 
Arus maksimum (Ampere/ Current) pada suatu Motor Listrik

Dalam dunia Elektrik, Arus yang melewati suatu penghantar berbanding lurus dengan lebar penghantar yang dilewati.

Dengan kata lain, untuk mengalirkan Air dari suatu wadah diperlukan Selang/ Penghantar agar sampai pada tujuan.
Jumlah Air yang di alirkan melalui Selang tersebut tidak boleh melebihi beban maksimal, karena mengakibatkan Beban Berlebih (Overload).

Overload dapat terjadi pada penghantar Listrik, jika pada Selang Air terjadi Overload, maka yang terjadi adalah selang akan rusak/ robek dan Air akan tumpah. Namun jika terjadi pada Listrik, penghantar yang dilewati/ kabel akan menimbulkan panas dan akhirnya putus terbakar.

Bisa dibayangkan, jika Motor 3 Phase Anda dipaksa untuk menggerakkan beban diluar kemampuanya. Yang terjadi pada Kawat Email Motor akan panas dan akhirnya terbakar.

Berikut Saya sematkan foto data tabel rincian spesifikasinya

Klik gambar untuk memperbesar

Sementara Saya belum menemukan Rumus untuk menghitung seperti data diatas, jika sudah dapat akan saya update segera.

Semoga tulisan sederhana Saya dapat membantu Saudara sekalian,
Baik dalam bekerja maupun pengetahuan.